Search for:
  • Home/
  • Digital Sai/
  • Waspada Manipulasi Foto AI, Diskominfo Kota Tangerang Imbau Masyarakat
Waspada Manipulasi Foto AI, Diskominfo Kota Tangerang Imbau Masyarakat

Waspada Manipulasi Foto AI, Diskominfo Kota Tangerang Imbau Masyarakat

Digitalsaigroup.comTeknologi kecerdasan buatan (AI) terus berkembang pesat dalam berbagai sektor, salah satunya dalam manipulasi gambar atau foto. Seiring dengan kemajuan tersebut, manipulasi foto yang dilakukan menggunakan teknologi AI kini menjadi perhatian serius. Menyadari potensi bahaya dari teknologi ini, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tangerang memberikan imbauan kepada masyarakat agar selalu waspada terhadap penyalahgunaan manipulasi foto AI yang dapat merusak reputasi digital seseorang.

Dalam beberapa tahun terakhir, penggunaan AI untuk mengedit dan memanipulasi foto semakin mudah diakses oleh siapa saja. Dengan bantuan aplikasi dan software berbasis AI, siapa pun kini dapat mengubah gambar secara cepat dan sempurna, bahkan tanpa memerlukan keterampilan editing yang tinggi. Hal ini membuka peluang besar bagi pihak-pihak yang berniat jahat untuk menyebarkan informasi palsu, fitnah, atau konten yang dapat merusak reputasi seseorang.

Manipulasi Foto AI, Dampak pada Reputasi Digital

Direktur Diskominfo Kota Tangerang, Denny Yudha, menegaskan bahwa manipulasi foto AI adalah salah satu ancaman terbesar terhadap reputasi digital di era informasi saat ini.

“Kemajuan teknologi memang memberikan banyak manfaat, namun di sisi lain, jika tidak digunakan dengan bijak, teknologi seperti AI justru dapat menjadi alat yang merugikan. Manipulasi foto yang tidak bertanggung jawab bisa menciptakan hoaks, kebohongan, atau bahkan merusak nama baik individu maupun institusi,” ujarnya.

Denny juga mengungkapkan bahwa manipulasi foto AI bukan hanya berpotensi merugikan secara pribadi, tetapi juga dapat mencemarkan citra sosial dan politik seseorang. Sebagai contoh, foto yang dimanipulasi bisa saja digunakan untuk tujuan fitnah, pencemaran nama baik, atau bahkan untuk menyerang secara politis.

Sebagai respons terhadap masalah ini, Diskominfo Kota Tangerang mengimbau masyarakat agar lebih cerdas dalam menyaring informasi yang beredar di dunia maya, terutama yang berkaitan dengan gambar atau foto yang ditemukan di media sosial, situs web, atau aplikasi lainnya.

Mengenal Teknologi Deepfake dan Potensi Bahayanya

Salah satu bentuk manipulasi foto AI yang semakin marak adalah penggunaan teknologi deepfake. Teknologi ini memungkinkan pengguna untuk memalsukan atau mengubah wajah dan suara seseorang dalam video atau gambar dengan sangat realistis. Deepfake telah memunculkan banyak kontroversi karena kemampuannya untuk membuat konten palsu yang sangat mirip dengan kenyataan. Misalnya, gambar atau video yang memperlihatkan seseorang seolah-olah melakukan atau mengatakan sesuatu yang sebenarnya tidak pernah terjadi.

“Manipulasi seperti ini tidak hanya merusak reputasi individu, tetapi juga dapat menimbulkan ketidakpercayaan publik terhadap media dan informasi yang beredar di internet. Kami meminta masyarakat untuk selalu berhati-hati dengan konten yang diterima dan dibagikan,” tambah Denny.

Pentingnya Edukasi dan Kesadaran Digital

Diskominfo Kota Tangerang menyadari bahwa salah satu kunci untuk menghadapi ancaman manipulasi foto AI adalah dengan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga jejak digital. Untuk itu, Diskominfo bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk lembaga pendidikan dan organisasi masyarakat, untuk memberikan edukasi mengenai bagaimana cara mengenali dan menghindari foto atau konten yang dimanipulasi.

Pihak Diskominfo juga menyarankan agar setiap orang selalu memeriksa keaslian gambar atau video yang mereka temui di dunia maya. Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengecek keaslian foto antara lain dengan melakukan pencarian gambar terbalik menggunakan alat seperti Google Image Search, atau memeriksa sumber dan konteks konten tersebut secara lebih mendalam.

“Penting bagi masyarakat untuk tidak langsung mempercayai gambar atau video yang beredar di media sosial. Memastikan keaslian konten yang kita lihat dan sebarkan sangatlah penting untuk menghindari penyebaran informasi palsu,” jelas Denny.

Kolaborasi Masyarakat dan Pemerintah dalam Menangani Manipulasi Foto AI

Diskominfo Kota Tangerang juga mengimbau agar masyarakat tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga menjadi bagian dari solusi. Dengan aktif melaporkan konten yang dianggap merugikan atau berpotensi merusak reputasi seseorang, masyarakat dapat membantu menciptakan ruang digital yang lebih sehat dan bertanggung jawab.

Selain itu, pemerintah kota Tangerang berencana untuk memperkenalkan program pelatihan dan workshop tentang literasi digital, yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat. Program ini bertujuan untuk membekali masyarakat dengan pengetahuan dan keterampilan dalam menghadapi tantangan dunia digital, termasuk cara melindungi diri dari dampak manipulasi foto AI.

Tantangan di Masa Depan

Denny menambahkan bahwa meskipun pemerintah sudah melakukan berbagai upaya untuk mengedukasi masyarakat, teknologi AI yang terus berkembang akan selalu menyimpan tantangan baru. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk terus memperbarui pengetahuan mereka tentang teknologi digital dan cara-cara untuk melindungi diri dari penyalahgunaan teknologi tersebut.

“Teknologi akan terus berkembang, dan kita harus siap untuk menghadapi dampak positif maupun negatifnya. Yang paling penting adalah bagaimana kita sebagai individu, masyarakat, dan pemerintah dapat bersama-sama menjaga agar dunia maya tetap aman dan dapat dipertanggungjawabkan,” tutup Denny.

Dengan imbauan ini, Diskominfo Kota Tangerang berharap masyarakat dapat lebih bijak dalam menggunakan teknologi serta menjaga jejak digital mereka agar terhindar dari manipulasi foto AI yang dapat merusak reputasi dan integritas pribadi.