Search for:
  • Home/
  • Digital Sai/
  • Telkom Perkuat Peran Kepemimpinan Perempuan di Era Transformasi Digital
Telkom Perkuat Peran Kepemimpinan Perempuan di Era Transformasi Digital

Telkom Perkuat Peran Kepemimpinan Perempuan di Era Transformasi Digital

Digitalsaigroup.comPT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) semakin menunjukkan komitmennya dalam memperkuat transformasi digital sekaligus kepemimpinan perempuan di industri teknologi dan telekomunikasi nasional. Langkah ini mendapat sorotan luas setelah Telkom meraih serangkaian penghargaan nasional yang menegaskan peran perempuan dalam penggerak inovasi digital serta upaya menciptakan lingkungan kerja yang inklusif dan berdaya saing tinggi.

Momentum tersebut momen bersejarah bertepatan dengan peringatan Hari Ibu 2025, di mana Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, menerima dua apresiasi bergengsi: Excellent Mom in Digital Transformation and Regional Connectivity Leadership pada ajang Wonder Mom Awards 2025 yang diselenggarakan MetroTV, serta Perempuan Inspiratif Awards 2025 dari tvOne. Penghargaan ini menjadi bukti nyata kontribusi Telkom dalam menghadirkan kepemimpinan perempuan dalam peta transformasi digital nasional.

Kepemimpinan Perempuan sebagai Motor Transformasi Digital

Penghargaan yang diterima Telkom sekaligus kepada Dian Siswarini tidak sekadar simbol prestise—tetapi juga cerminan strategi korporasi yang berakar kuat pada pemberdayaan perempuan dalam posisi kepemimpinan dan pengambilan keputusan strategis. Telkom menempatkan perempuan dalam posisi inti yang berdampak langsung pada arah transformasi digital perusahaan, termasuk strategi teknologi, layanan pelanggan, dan inovasi produk digital.

Menurut laporan internal, perempuan kini berkontribusi sekitar 32% dari total tenaga kerja di TelkomGroup, dengan 22% menduduki posisi manajerial, sebuah pencapaian signifikan yang menunjukkan keterlibatan perempuan dalam peran strategis dan kepemimpinan. Upaya ini berjalan sejalan dengan prinsip inclusivity, diversity, dan equality yang menjadi pilar penting dalam strategi keberlanjutan perusahaan.

Dalam pidatonya usai menerima penghargaan, Dian Siswarini menekankan bahwa keberhasilan transformasi digital Telkom tidak hanya bergantung pada teknologi dan inovasi semata, tetapi juga pada kualitas kepemimpinan yang inklusif dan adaptif. Kepemimpinan yang inklusif dinilai mampu membuka ruang kolaborasi lintas fungsi dan generasi serta mendorong keputusan strategis yang holistik dalam menghadapi tantangan era digital.

Budaya Kerja Inklusif & Pengembangan Talenta

Telkom juga gencar membangun budaya kerja yang inklusif, di mana semua karyawan, tanpa memandang gender, memiliki akses yang setara terhadap peluang tumbuh dan berkembang. Perusahaan meyakini bahwa budaya kerja yang kuat yang menghargai keberagaman merupakan fondasi penting dalam mempercepat inovasi dan menyukseskan transformasi digital secara berkelanjutan.

Salah satu aspek penting dari transformasi ini adalah pengembangan talenta internal melalui program pendidikan, pelatihan, dan pembinaan kepemimpinan. Telkom secara aktif membuka akses bagi perempuan untuk mengikuti program pelatihan digital, kepemimpinan, dan teknologi mutakhir, termasuk adopsi teknologi baru seperti Artificial Intelligence (AI), cloud computing, dan layanan digital lainnya. Sebagai contoh, Telkomsigma anak usaha Telkom telah menyelenggarakan acara Women in Tech bersama Alibaba Cloud, yang fokusnya tidak hanya pada transformasi digital, tetapi juga pemberdayaan women leaders di sektor teknologi.

Program seperti ini bertujuan untuk menyiapkan perempuan agar bisa berperan sebagai agen perubahan dalam organisasi dan industri, sekaligus merapatkan gap gender yang masih ada di sektor teknologi. Pendekatan semacam ini juga menunjukkan bahwa transformasi digital bukan hanya soal perangkat teknologi, tetapi juga memperkuat kapabilitas manusia (human capability) di balik teknologi tersebut.

Kolaborasi & Dampak Nyata

Telkom tidak bekerja sendiri dalam upaya pemberdayaan ini. Perusahaan menjalin kolaborasi strategis dengan berbagai mitra, seperti Alibaba Cloud, lembaga pendidikan, dan komunitas teknologi, untuk memperkuat adopsi teknologi digital serta dukungan terhadap kepemimpinan perempuan di berbagai lini. Acara Women in Tech yang digelar Telkomsigma tahun ini menghadirkan para pemimpin perempuan dari berbagai latar belakang industri untuk berbagi wawasan mengenai percepatan transformasi digital dan tantangan yang dihadapi perempuan dalam menghadapi era tersebut.

Dampak nyata dari kepemimpinan perempuan ini terlihat pada berbagai inisiatif strategis, produk layanan digital baru, dan peningkatan tata kelola perusahaan yang adaptif terhadap dinamika digital. Selain itu, Telkom juga mengambil langkah untuk menciptakan ruang bagi inovasi lintas tim sehingga ide baru dari seluruh karyawan termasuk perempuan dapat berkembang dan menjadi bagian dari arah strategi perusahaan.

Tantangan & Peluang ke Depan

Meski pencapaian ini menggembirakan, tantangan masih ada, terutama terkait kesetaraan gender di sektor teknologi yang secara global masih mengalami kendala partisipasi perempuan. Telkom menyadari pentingnya dukungan berkelanjutan untuk memastikan perempuan tidak hanya berada di posisi awal karier, tetapi juga sukses menduduki posisi strategis dan eksekutif.

Melihat tren yang berkembang, pemberdayaan perempuan dan kepemimpinan yang inklusif diperkirakan akan terus menjadi fokus utama Telkom dalam strategi transformasi digital mereka. Dengan memperkuat kolaborasi internal dan eksternal, perusahaan berharap bisa menciptakan ekosistem digital yang lebih tangguh dan berdaya saing, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di kancah global.