Pembayaran Digital Tumbuh 40,35%, QRIS Paling Tinggi
Digital Sai – QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) kembali menjadi sorotan utama dalam perkembangan pembayaran digital di Indonesia. Bank Indonesia (BI) melaporkan bahwa volume transaksi pembayaran digital secara keseluruhan tumbuh 40,35% secara tahunan (year‑on‑year). Data ini mencerminkan langkah nyata pergeseran besar masyarakat dan pelaku usaha menuju penggunaan transaksi cashless, dengan QRIS terus menjadi metode yang paling menonjol di antara kanal digital lainnya.
Pertumbuhan ini terjadi di tengah momentum transformasi digital ekonomi nasional, di mana kemudahan teknologi dan perubahan perilaku konsumen menjadi faktor pendorong utama adopsi layanan pembayaran elektronik. Selain itu, QRIS bahkan mencatat lonjakan transaksi yang jauh lebih tinggi dari rata‑rata sistem pembayaran lainnya, menegaskan posisinya sebagai kanal pilihan bagi konsumen maupun pelaku usaha terutama sektor mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Dominasi QRIS dalam Transaksi Digital
Menurut laporan terbaru Bank Indonesia, transaksi melalui QRIS tidak hanya tumbuh signifikan tetapi juga mendominasi kanal pembayaran digital lain seperti mobile banking dan e‑wallet. Lonjakan transaksi QRIS mencapai lebih dari 100% secara tahunan dalam beberapa periode terakhir, jauh melebihi pertumbuhan sistem lain.
Kenaikan ini didukung oleh perluasan jumlah pengguna serta merchant yang terus bertambah. Hingga akhir 2025, QRIS telah digunakan oleh puluhan juta konsumen dan lebih dari 40 juta merchant di seluruh Indonesia, mayoritas beroperasi di sektor UMKM. Adopsi QRIS tidak hanya terjadi di kota‑kota besar, tetapi juga di wilayah luar Jawa, menunjukkan penetrasi yang semakin merata di seluruh wilayah.
Kenapa QRIS Menjadi Pilihan Utama?
Beberapa faktor mendasari popularitas QRIS, di antaranya:
- Kemudahan Penggunaan, QRIS memungkinkan konsumen melakukan pembayaran hanya dengan memindai kode QR menggunakan ponsel tanpa perlu membawa uang tunai atau kartu fisik.
- Universal untuk Semua Bank dan E‑wallet, QRIS dirancang agar dapat digunakan di berbagai aplikasi perbankan atau dompet digital, sehingga tidak terbatas pada satu merek atau provider tertentu.
- Biaya Transaksi yang Relatif Efisien, Bagi merchant terutama UMKM, biaya yang bersahabat mendorong adopsi QRIS dalam transaksi harian.
- Keamanan dan Kecepatan Transaksi, Sistem digital yang aman dan cepat membuat konsumen merasa nyaman beralih dari cash ke non‑tunai.
Ketika masyarakat semakin nyaman dengan sistem pembayaran digital, QRIS pun dipandang sebagai bentuk layanan yang bukan hanya praktis tetapi juga sesuai dengan kebutuhan ekonomi modern yang serba cepat dan efisien.
Manfaat untuk UMKM dan Pelaku Usaha
UMKM menjadi salah satu sektor yang paling diuntungkan dari adopsi QRIS. Dengan hadirnya teknologi ini, pedagang kecil dapat menerima pembayaran digital tanpa harus menggunakan perangkat berbiaya tinggi seperti mesin EDC (Electronic Data Capture). QRIS hanya memerlukan kode QR yang dapat disediakan oleh bank atau fintech, sehingga akses ke sistem pembayaran modern menjadi jauh lebih murah dan mudah.
Penyediaan QRIS juga mendorong inklusi keuangan, memungkinkan bisnis yang sebelumnya bergantung pada transaksi tunai mulai terhubung dengan ekosistem digital. Hal ini membuka peluang bagi UMKM untuk memperluas pasar, meningkatkan efisiensi operasional, dan beradaptasi terhadap kebutuhan konsumen era digital.
Perubahan Perilaku Konsumen
Perubahan perilaku konsumen merupakan faktor penting lainnya dalam pertumbuhan transaksi digital. Peningkatan penetrasi smartphone, akses internet yang semakin luas, serta kenyamanan bertransaksi tanpa uang tunai makin mendorong masyarakat untuk memilih metode pembayaran digital. Banyak konsumen bahkan menyatakan bahwa mereka lebih sering menggunakan QRIS dalam transaksi sehari‑hari, mulai dari belanja kecil di warung hingga pembayaran layanan dan tiket.
Selain itu, berbagai program edukasi dan kampanye digital oleh BI dan pemangku kepentingan lainnya turut memperkuat pemahaman tentang keuntungan sistem pembayaran digital, sehingga tingkat adopsi pun terus meningkat.
Tantangan dan Langkah Ke Depan
Meskipun pertumbuhan sangat positif, tantangan tetap ada, terutama terkait literasi digital di daerah terpencil serta kebutuhan akan keamanan transaksi yang lebih kuat agar masyarakat merasa aman dan terlindungi saat menggunakan kanal digital. Bank Indonesia dan institusi terkait terus mengambil langkah strategis untuk meningkatkan infrastruktur sistem pembayaran serta memperluas jaringan QRIS bahkan ke luar negeri dalam beberapa tahun ke depan.
QRIS kini telah menjadi primadona di dunia pembayaran digital Indonesia. Dengan pertumbuhan volume transaksi mencapai lebih dari 40 % dan lonjakan transaksi QRIS yang jauh lebih tinggi, sistem pembayaran ini telah mengubah cara konsumen dan pelaku usaha bertransaksi di hampir semua sektor ekonomi. Ke depan, QRIS diperkirakan akan terus memperkuat posisinya sebagai instrumen pembayaran digital utama, seiring dengan semakin berkembangnya ekonomi digital nasional dan perubahan perilaku masyarakat Indonesia.