Malaysia Pelajari Cara Indonesia Batasi Anak Pakai Platform Digital
Digitalsaigroup.com – Pemerintah Malaysia menyatakan ketertarikannya untuk mempelajari kebijakan Indonesia dalam membatasi akses anak-anak ke platform digital, sebagai upaya meningkatkan perlindungan dan literasi digital di Negeri Jiran. Kebijakan ini dianggap relevan seiring meningkatnya penggunaan internet oleh anak-anak dan remaja, yang menimbulkan tantangan baru terkait keamanan online.
Kebijakan Indonesia sendiri dikenal progresif, memadukan pendekatan regulasi, edukasi, dan keterlibatan orang tua. Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) telah mengeluarkan pedoman dan fitur pembatasan konten digital untuk anak-anak di berbagai platform, termasuk media sosial, permainan daring, dan layanan streaming.
“Malaysia ingin mempelajari praktik terbaik Indonesia dalam membatasi akses anak di dunia digital. Fokusnya adalah bagaimana anak-anak tetap bisa menikmati teknologi, tapi tetap aman dari konten negatif,” kata Dr. Nurul Huda, pejabat dari Kementerian Komunikasi Malaysia, dalam kunjungannya ke Jakarta pekan ini.
Pendekatan Indonesia
Indonesia menggabungkan beberapa strategi untuk melindungi anak di platform digital:
- Regulasi Platform Digital
Pemerintah Indonesia mewajibkan penyedia platform digital menerapkan kontrol usia, fitur pemblokiran konten negatif, dan laporan aktivitas. Platform yang tidak patuh mendapat sanksi administratif hingga denda. - Edukasi Literasi Digital
Anak-anak didorong memahami risiko digital melalui program literasi digital di sekolah dan komunitas. Hal ini termasuk cara mengenali konten berbahaya, privasi data, serta penggunaan waktu online yang sehat. - Keterlibatan Orang Tua
Orang tua diberikan akses untuk memantau aktivitas anak, termasuk durasi penggunaan, aplikasi yang diakses, dan kontrol terhadap konten sensitif. Aplikasi pendamping keluarga juga diperkenalkan untuk mendukung hal ini.
Kebijakan ini dinilai efektif menekan konten negatif, cyberbullying, dan kecanduan digital pada anak, sambil tetap memberikan ruang bagi anak untuk belajar dan berekspresi di dunia digital.
Dampak Positif dan Tantangan
Hasil dari kebijakan ini menunjukkan tren positif: anak-anak lebih teredukasi tentang keamanan digital, orang tua lebih aktif memantau, dan platform digital mulai menyesuaikan fitur untuk pasar Indonesia. Namun, tantangan tetap ada, termasuk kesenjangan akses teknologi di daerah terpencil dan perlunya sosialisasi lebih luas agar semua keluarga memahami pedoman ini.
Malaysia melihat hal ini sebagai pelajaran penting. Dalam pertemuan bilateral, pejabat kedua negara membahas adaptasi kebijakan, kolaborasi platform digital, dan pertukaran pengalaman untuk menciptakan lingkungan online yang aman bagi anak-anak.
“Pendekatan Indonesia mengajarkan kami pentingnya kombinasi regulasi, edukasi, dan peran orang tua. Kami ingin menyesuaikan model ini dengan konteks lokal di Malaysia,” ujar Dr. Nurul Huda.
Prospek Kolaborasi Regional
Langkah Malaysia ini menunjukkan meningkatnya perhatian negara-negara ASEAN terhadap perlindungan anak di dunia digital. Dengan berbagi pengalaman, Indonesia dan Malaysia dapat mengembangkan kebijakan yang lebih terpadu dan efektif, sekaligus memperkuat literasi digital generasi muda di kawasan.
Para ahli juga menekankan bahwa selain kebijakan nasional, peran teknologi dan inovasi platform digital menjadi kunci. Fitur seperti kontrol orang tua, pemfilteran konten otomatis, dan pengingat waktu penggunaan terbukti membantu menciptakan pengalaman online yang aman dan sehat bagi anak-anak.
Kebijakan Indonesia dalam membatasi akses anak di platform digital menjadi contoh bagi Malaysia dalam meningkatkan perlindungan, literasi, dan keamanan digital anak-anak. Dengan pendekatan regulasi yang ketat, edukasi berkelanjutan, dan keterlibatan orang tua, Indonesia berhasil menciptakan lingkungan digital yang lebih aman.
Upaya Malaysia untuk mempelajari dan mengadaptasi strategi ini menandai langkah positif dalam kolaborasi regional ASEAN untuk menjaga generasi muda dari risiko digital, sekaligus memanfaatkan teknologi secara optimal untuk pendidikan dan pengembangan diri anak.