Search for:
  • Home/
  • Inovasi Digital/
  • Ketika Platform Digital Menjadi Bantalan Sosial dan Mesin Pertumbuhan Ekonomi
Ketika Platform Digital Menjadi Bantalan Sosial dan Mesin Pertumbuhan Ekonomi

Ketika Platform Digital Menjadi Bantalan Sosial dan Mesin Pertumbuhan Ekonomi

Digitalsaigroup.comTahun 2025 menandai babak baru dalam perjalanan ekonomi digital Indonesia, di mana Grab Indonesia memainkan peran penting sebagai super‑app yang tidak hanya menawarkan layanan transportasi dan pengantaran, tetapi juga bertransformasi menjadi bantalan sosial sekaligus pendorong pertumbuhan ekonomi inklusif di seluruh pelosok negeri.

Dinamika ekonomi global yang masih penuh tantangan menyisakan dampak sosial dan ekonomi yang nyata bagi kelompok masyarakat rentan. Di tengah kondisi tersebut, Grab memperkuat perannya sebagai platform yang membuka peluang kerja fleksibel dan sumber pendapatan bagi jutaan masyarakat Indonesia. Data internal perusahaan menunjukkan bahwa sebagian besar mitra pengemudi yang tergabung di platform Grab berada di atas usia 36 tahun, bahkan banyak yang berusia lebih dari 45 tahun kelompok yang biasanya mengalami kesulitan mendapatkan pekerjaan di pasar formal.

Selain itu, Grab juga menjadi ruang harapan bagi mereka yang sebelumnya tidak memiliki penghasilan tetap. Sekitar 69 persen mitra pengemudi yang beraktivitas melalui platform ini hanya berpendidikan SMA/SMK, dan hampir separuhnya sebelumnya tidak memiliki sumber pendapatan tetap. Bagi segmen ini, platform digital memberikan peluang ekonomi yang nyata, sekaligus menjadi bantalan sosial di tengah tekanan ekonomi yang masih berlangsung.

Salah satu dampak paling signifikan dari kehadiran Grab di Indonesia adalah perannya sebagai aksellerator UMKM. Sepanjang tahun 2025, sekitar delapan dari sepuluh merchant GrabFood adalah pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Di platform GrabMart, lebih dari separuh merchant juga berasal dari UMKM lokal. Keberadaan platform ini membantu pelaku usaha tradisional untuk beradaptasi dengan digitalisasi, memperluas pasar, dan meningkatkan pendapatan mereka.

Program Kota Masa Depan menjadi salah satu contoh nyata dari kolaborasi Grab dengan komunitas lokal. Program ini menyelenggarakan workshop pelatihan untuk UMKM di 16 kota tier‑2 dan tier‑3, menjangkau pelaku usaha yang sering kali luput dari perhatian ekonomi nasional. Melalui pelatihan ini, para pelaku usaha tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga naik kelas secara digital, membuka peluang usaha yang lebih luas di era ekonomi digital.

Transformasi Grab bukan hanya soal pemberdayaan pengemudi dan UMKM platform ini juga mengembangkan ekosistem layanan yang terintegrasi, mencakup mobilitas (GrabCar, GrabBike), pengantaran (GrabExpress), belanja (GrabMart), layanan kesehatan (GrabHealth), dan layanan finansial melalui kolaborasi Grab‑OVO‑Superbank. Ekosistem ini membantu memperluas inklusi keuangan digital di berbagai wilayah, terutama di daerah yang belum terjangkau oleh layanan perbankan konvensional.

Melalui layanan finansial digital, jutaan agen GrabKios di lebih dari 500 kota menjadi ujung tombak inklusi ekonomi. Mereka memberikan akses kepada masyarakat untuk melakukan pembayaran digital, pembiayaan mikro, hingga investasi ritel tanpa perlu ke bank tradisional. Ini menjadi salah satu pilar penting dalam memperkuat pertumbuhan ekonomi lokal dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam ekonomi digital.

Tahun 2025 juga ditandai oleh berbagai inisiatif sosial berskala nasional yang digerakkan oleh Grab Indonesia. Program 1080 Grab Indonesia yang mengusung tema Semua Bisa Berdaya, Semua Bisa Sejahtera melibatkan lebih dari 5.000 mitra pengemudi di 80 kota di seluruh Indonesia dari Aceh hingga Papua. Program ini bukan sekadar acara seremonial, tetapi merupakan bentuk nyata pengakuan atas kontribusi mitra sebagai penggerak utama ekonomi rakyat.

Inisiatif pendidikan juga menjadi bagian penting dari strategi Grab dalam memberikan dampak sosial. GrabScholar memberikan akses pendidikan kepada lebih dari 3.400 pelajar di 171 kota, sementara program Generasi Campus 2025 menjangkau hampir 16.000 peserta di enam kota besar. Program ini membuka peluang bagi generasi muda untuk mendapatkan keterampilan yang relevan dalam ekonomi digital masa depan.

Meski transformasi digital yang digagas Grab telah membawa banyak manfaat sosial dan ekonomi, tantangan tetap ada, terutama dalam aspek kesejahteraan para pekerja platform (gig workers) dan perlindungan hak mereka. Belakangan, isu mengenai kesejahteraan pengemudi ojek online diangkat oleh pemerintah Indonesia, termasuk perhatian Presiden Prabowo Subianto terhadap peningkatan kesejahteraan pekerja digital. Grab menyambut baik dialog tersebut dan menegaskan komitmennya untuk terus menciptakan ekosistem yang adil dan berkelanjutan.

Secara lebih luas, pemerintah dan sektor swasta tengah bekerja keras untuk memperkuat transformasi digital sebagai pendorong utama pertumbuhan ekonomi nasional. Proyeksi menunjukkan bahwa ekonomi digital Indonesia bisa mencapai nilai besar pada dekade mendatang, memperkuat ketahanan dan inklusi ekonomi bagi seluruh lapisan masyarakat.

Grab Indonesia 2025 bukan sekadar platform digital biasa. Dengan berbagai program pemberdayaan sosial dan ekonomi, Grab telah menjadi bantalan sosial bagi masyarakat rentan sekaligus mesin pertumbuhan ekonomi inklusif yang menjangkau berbagai lapisan masyarakat di seluruh pelosok negeri.