Search for:
Kemendikdasmen Kirim 17 Ribu Papan Tulis Digital ke Sumut

Kemendikdasmen Kirim 17 Ribu Papan Tulis Digital ke Sumut

Digitalsaigroup.comKementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah menyalurkan 17.073 unit papan tulis digital atau Interactive Flat Panel (IFP) ke ratusan sekolah di Sumatera Utara (Sumut) sebagai bagian dari program digitalisasi pendidikan nasional. Penyaluran ini dilakukan pada awal Januari 2026 dan menjadi bagian penting dalam upaya pemerintah memodernisasi cara belajar di sekolah‑sekolah di Indonesia.

Papan tulis digital yang dikirimkan ini merupakan perangkat pembelajaran modern yang mampu menampilkan konten interaktif, multimedia, dan kegiatan belajar yang lebih dinamis di kelas. Berbeda dengan papan tulis konvensional, IFP mendukung berbagai aplikasi pembelajaran digital, pemutaran video edukatif, serta integrasi materi digital secara real–time.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menjelaskan bahwa pengiriman ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk mendorong transformasi pendidikan yang lebih inklusif, kreatif, dan siap menghadapi tuntutan abad ke‑21. Menurutnya, digitalisasi pendidikan bukan sekadar pengadaan teknologi, tetapi juga mendorong perubahan cara guru mengajar dan siswa belajar.

“Untuk digitalisasi pendidikan di Sumut, sebanyak 17.073 unit sudah terkirim, dan yang masih dalam proses pengiriman tinggal delapan unit,” ujar Mu’ti dalam konferensi pers di Medan, Minggu (4/1).

Ia menekankan bahwa papan tulis digital ini diharapkan mempercepat proses pembelajaran inovatif di kelas, memperluas metode pengajaran, serta meningkatkan keterampilan digital peserta didik. Distribusi perangkat ini telah mencakup berbagai jenjang pendidikan, termasuk PAUD, SD, SMP, SMA, SMK, SLB, dan PKBM. Di Kota Medan saja, total 2.047 unit telah diterima sekolah‑sekolah penerima manfaat, dengan rinciannya mencakup 359 unit untuk PAUD, 912 unit untuk SD, 416 unit untuk SMP, dan puluhan unit untuk jenjang lainnya.

Dorong Pembelajaran Interaktif dan Keterampilan Digital

Pemerintah memandang bahwa pemanfaatan IFP di sekolah bukan hanya soal alat baru di kelas, tetapi bagian dari strategi lebih luas dalam menyiapkan siswa menghadapi dunia digital dan era kompetensi global. Dengan akses papan tulis digital, guru dapat lebih mudah menghadirkan materi pembelajaran yang interaktif, visual, dan sesuai dengan kebutuhan siswa masa kini.

Menurut pengamat pendidikan, teknologi seperti papan interaktif dapat membantu guru menyampaikan materi yang kompleks secara visual dan menarik, sehingga siswa tidak hanya mendengar atau menulis, tetapi juga berinteraksi langsung dengan sumber belajar digital.

Sejumlah guru sekolah juga menyambut baik kehadiran peralatan ini. Mereka mengatakan bahwa IFP membantu merancang pembelajaran yang lebih kreatif, mudah mengintegrasikan materi dari internet, dan memungkinkan tugas siswa menjadi lebih variatif.

Tantangan dan Pendampingan Guru

Namun pemerintah juga menyadari bahwa pengadaan alat saja tidak cukup. Tantangan lain yang harus diatasi adalah kemampuan guru dalam memanfaatkan teknologi secara maksimal. Untuk itu, Kemendikdasmen sebelumnya telah melaksanakan pelatihan bagi puluhan ribu guru di berbagai daerah guna meningkatkan literasi dan keterampilan penggunaan papan digital ini dalam proses pembelajaran.

Pelatihan tersebut mencakup penggunaan fitur interaktif, integrasi aplikasi pembelajaran, serta cara menciptakan aktivitas kelas yang lebih partisipatif dan berbasis teknologi. Selain itu, pemerintah mendorong pendampingan berkelanjutan agar guru tidak hanya tahu cara teknis menggunakan perangkat, tetapi juga mampu merancang strategi pembelajaran efektif berbasis teknologi.

Bagian dari Strategi Pendidikan Lebih Luas

Pengiriman 17 ribu papan tulis digital ini merupakan bagian dari roadmap digitalisasi yang lebih besar di Indonesia. Secara nasional, perangkat serupa telah didistribusikan ke ratusan ribu sekolah, sebagai bagian dari upaya pemerintah membawa teknologi pembelajaran ke seluruh pelosok negeri.

Program ini juga sejalan dengan pelaksanaan revitalisasi sekolah yang sedang berlangsung di Sumatera Utara, yang mencakup pembangunan dan peningkatan fasilitas di hampir 900 satuan pendidikan menggunakan anggaran yang signifikan dari pemerintah pusat.

Dampak Jangka Panjang

Dengan hadirnya papan tulis digital di banyak kelas, diharapkan kualitas pembelajaran di sekolah‑sekolah di Sumut akan meningkat tidak hanya dari sisi fasilitas, tetapi juga dari cara penyampaian materi yang lebih modern dan menarik. Hal ini diharapkan dapat membantu siswa meningkatkan pemahaman materi, keterampilan digital, serta kesiapan mereka menghadapi tantangan global di masa depan.

Program digitalisasi pendidikan ini menunjukkan bahwa pemerintah berkomitmen untuk mengejar reformasi pendidikan yang adaptif terhadap kebutuhan zaman, sambil terus mendukung pemerataan akses teknologi pendidikan di seluruh Indonesia.