Search for:
IP UMM Bedah Transformasi Digital Berbasis AI

IP UMM Bedah Transformasi Digital Berbasis AI

Digitalsaigroup.comUniversitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali tampil sebagai pusat diskusi strategis seputar perkembangan teknologi digital terkini. Dalam upaya merespons percepatan transformasi digital global, UMM melalui Program Studi Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) menggelar forum diskusi bertajuk Innovation and Digital Transformation for Future Government. Acara ini fokus membedah transformasi digital berbasis Artificial Intelligence (AI), termasuk strategi implementasi, teknologi mutakhir, serta peluang inovatif dalam era modern yang terus berubah dinamis.

Kegiatan yang berlangsung pada 30 Desember 2025 tersebut menghadirkan narasumber internasional dari berbagai latar belakang, termasuk pakar teknologi dan pemerintahan. Di antaranya Mr. Muhammad Younus dari Department of Product Research and Software Development TPL Logistics Pvt Ltd, Pakistan, yang memberikan paparan mendalam tentang power dan progress Artificial Intelligence dalam praktik nyata. Ia memaparkan bahwa AI kini bukan sekadar alat bantu, tetapi telah menjadi bagian strategis dalam mengidentifikasi pola data, mengotomatisasi proses operasional, serta mendukung pengambilan keputusan yang lebih cepat dan akurat.

Dalam sesi tersebut, Younus juga menekankan tantangan yang menyertai adopsi AI, termasuk konsumsi energi tinggi dari pusat data dan kebutuhan sumber daya yang besar untuk mendukung komputasi AI. Ia menyatakan bahwa transformasi digital yang ideal harus mempertimbangkan efisiensi teknologi sekaligus dampak lingkungan dari penggunaannya.

Narasumber dari luar negeri lainnya, Dr. Onur Kulac dari Pamukkale University, Turki, mengulas perubahan peran pemerintah di tengah revolusi digital. Menurut Dr. Onur, pemerintahan masa depan bukan hanya menjadi regulator formal, tetapi juga harus berfungsi sebagai fasilitator inovasi dan kolaborator utama bagi masyarakat. Pemerintah perlu mengadopsi dan mengintegrasikan teknologi digital tidak hanya sebagai alat administratif, tetapi juga sebagai fondasi dalam menciptakan layanan publik yang lebih responsif dan efisien.

Paparan Dr. Onur juga menyoroti bahwa transformasi digital harus diimbangi dengan perubahan budaya organisasi dan struktur kerja di sektor publik. Ia mencontohkan praktik e‑Government Gateway di Turki, di mana integrasi teknologi telah mampu memangkas birokrasi serta mempercepat layanan publik melalui sistem digital yang terintegrasi.

Forum ini tidak hanya menjadi ajang paparan teori, tetapi juga memicu diskusi aktif antarmahasiswa, dosen, dan tamu undangan yang hadir. Diskusi berfokus pada bagaimana AI dapat dimanfaatkan untuk menjawab persoalan nyata di sektor pemerintahan, pendidikan, dan layanan publik sekaligus bagaimana strategi implementasi dapat dijalankan secara efektif di tingkat lokal maupun nasional. Para peserta belajar bahwa teknologi AI tidak bisa dipisahkan dari konteks strategis, sebab adopsinya harus disesuaikan dengan kebutuhan spesifik masyarakat yang dilayani.

Diskusi IP UMM juga menekankan pentingnya aspek human-centered AI yaitu pendekatan teknologi yang fokus pada pemberdayaan manusia, bukan penggantian peran manusia. Filosofi ini mengajak para pemangku kebijakan, akademisi, dan generasi muda untuk memahami bahwa transformasi digital seharusnya memperkuat kapasitas manusia dalam membuat keputusan strategis yang berbasis data.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan ilmiah dan kolaboratif, UMM secara konsisten menyelenggarakan berbagai forum lain yang memajukan pemahaman tentang AI dan transformasi digital. Misalnya, seminar internasional bertema Transforming Multicultural Education through Artificial Intelligence yang digelar oleh Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan pada Juli 2025, yang menekankan peran AI dalam pendidikan inklusif dan multikultural.

Partisipasi aktif UMM dalam diskusi seputar AI juga tercermin dalam ajang konferensi internasional seperti The 4th International Conference on Education (ICEdu) 2025, yang mengangkat tema Digital Transformation in Education, memperlihatkan bahwa perguruan tinggi ini tidak hanya membahas teori, tetapi juga mengintegrasikan teknologi ke dalam praktik pendidikan masa depan.

Para pemimpin kampus menilai bahwa diskusi seperti ini sangat penting bagi generasi muda, terutama mahasiswa yang akan menjadi pemimpin di era digital. Dengan pemahaman yang kuat dan perspektif global tentang strategi, tantangan, dan peluang transformasi digital berbasis AI, mereka diharapkan mampu mengaplikasikan teknologi secara bijak dan inovatif di berbagai sektor kehidupan.

Transformasi digital berbasis AI bukan lagi sekadar tren, tetapi sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari pembangunan nasional. Lewat forum‑forum ilmiah dan kolaboratif seperti yang digelar IP UMM, Indonesia membangun fondasi intelektual dan strategis untuk menghadapi era teknologi modern yang terus berkembang.