Search for:
  • Home/
  • Digital Sai/
  • Harga Bitcoin Merosot, Saham Perusahaan Penyimpan Aset Digital Ikut Anjlok
Harga Bitcoin Merosot, Saham Perusahaan Penyimpan Aset Digital Ikut Anjlok

Harga Bitcoin Merosot, Saham Perusahaan Penyimpan Aset Digital Ikut Anjlok

Digitalsaigroup.comHarga Bitcoin mengalami tekanan signifikan dalam beberapa hari terakhir, memicu gelombang penjualan besar-besaran di pasar cryptocurrency global dan menyeret saham perusahaan yang menyimpan aset digital dalam neraca keuangan mereka. Penurunan tajam ini mencerminkan volatilitas ekstrem di pasar kripto sekaligus memberikan dampak luas pada sektor finansial terkait.

Bitcoin, yang selama ini dikenal sebagai aset digital paling dominan di dunia, telah jatuh ke level terendah sejak akhir 2024. Dalam perdagangan terbaru, harga Bitcoin anjlok lebih dari 12% dalam satu hari, memperdagangkan Bitcoin di bawah beberapa level teknis penting yang memicu aksi jual besar.

Dampak dari koreksi tajam ini tidak hanya dirasakan oleh investor kripto, tetapi juga oleh perusahaan publik yang memiliki eksposur besar terhadap mata uang digital. Saham perusahaan penambang Bitcoin dan entitas lain yang menyimpan aset digital mengalami penurunan signifikan. Data pasar modal menunjukkan bahwa saham Strategy, salah satu perusahaan korporat terbesar yang menggunakan Bitcoin sebagai aset treasury, turun sekitar 17% seiring tekanan jual. Sementara itu, perusahaan seperti MARA Holdings turun 18%, Riot Platforms turun sekitar 13%, dan Cipher Mining serta TeraWulf masing-masing turun lebih dari 10%. Saham Coinbase Global, bursa kripto besar, juga turun lebih dari 12% di tengah kondisi pasar yang melemah.

Akar Masalah, Volatilitas & Penjualan Besar-besaran

Anjloknya Bitcoin terjadi ketika pasar global mengalami sentimen risk-off yang lebih luas, di mana investor menarik dana dari aset berisiko seperti kripto, saham teknologi, dan komoditas dengan volatilitas tinggi. Beberapa analis pasar menyebutkan bahwa tingkat volatilitas ekstrem ini menunjukkan bahwa pasar kripto kini sangat sensitif terhadap perubahan makroekonomi dan sentimen investor global.

Selain itu, volume likuidasi besar-besaran terjadi dalam perdagangan Bitcoin. Dalam 24 jam terakhir, hampir $1 miliar posisi kripto dilikuidasi karena margin call dan aksi stop-loss otomatis, menunjukkan bahwa leverage yang tinggi membuat pasar semakin rapuh terhadap gerakan harga tajam.

Analis pasar dari Interactive Brokers menyebut bahwa pasar kini berada dalam fase bear market yang lebih dalam, dengan Bitcoin turun hingga hampir 50% dari rekor tertingginya pada Oktober 2025. Kondisi seperti ini biasanya memicu reaksi berantai di berbagai aset kripto, termasuk altcoin besar yang juga mencatat penurunan signifikan.

Perusahaan Penyimpan Aset Digital Tertekan

Perusahaan yang menyimpan Bitcoin atau aset kripto lain di neracanya, termasuk perusahaan treasury digital (digital asset treasury firms), kini menghadapi tekanan ganda: penurunan nilai aset digital di neraca mereka sekaligus turunnya harga saham di bursa. Kondisi ini membuat model bisnis yang berbasis ekspansi kripto menjadi rentan terhadap fluktuasi harga jangka pendek.

Strategi banyak perusahaan dalam menggunakan Bitcoin sebagai cadangan treasury telah menarik perhatian investor, terutama ketika harga kripto sedang tinggi. Namun saat harga turun drastis, nilai investasi tersebut ikut tergerus, dan perusahaan harus menanggung kerugian besar di neraca keuangan mereka. Hal ini terbukti dari penurunan tajam saham emiten yang melakukan strategi besar‑besaran terhadap Bitcoin.

Dampak Terhadap Pasar Modal & Sentimen Investor

Penurunan Bitcoin tidak hanya berimbas pada saham perusahaan kripto, tetapi juga pada indeks keuangan global. Aset berisiko seperti saham teknologi sering kali bergerak sejalan dengan aset kripto ketika sentimen pasar memburuk. Penurunan harga aset‑aset ini meningkatkan kekhawatiran investor terhadap stabilitas pasar dalam jangka pendek.

Investor ritel juga merasakan tekanan ini melalui portofolio mereka, karena banyak yang memiliki alokasi di Bitcoin maupun saham perusahaan kripto. Ketidakpastian pasar membuat banyak investor melakukan rebalancing portofolio secara agresif untuk mengurangi risiko, yang sayangnya dapat memperparah tekanan pasar.

Potensi Pemulihan & Harapan di Balik Volatilitas

Meskipun tekanan pasar saat ini cukup tajam, beberapa analis tetap melihat kemungkinan pemulihan dalam jangka menengah, terutama jika ada katalis positif seperti arus masuk dana institusional baru, kejelasan regulasi, atau peningkatan adopsi teknologi blockchain di sektor korporat. Namun, banyak juga yang mengingatkan bahwa pasar kripto tetap sangat sensitif terhadap berita makroekonomi seperti perubahan kebijakan moneter atau data ekonomi global.

Investor jangka panjang yang memiliki keyakinan pada fundamental Bitcoin dan teknologi blockchain biasanya melihat periode volatilitas seperti ini sebagai peluang untuk akumulasi, meskipun tentunya disertai dengan risiko tinggi. Namun bagi pelaku pasar jangka pendek, fase saat ini menuntut strategi manajemen risiko yang lebih hati‑hati.

Pasar Kripto & Finansial Masih Penuh Risiko

Merosotnya harga Bitcoin dan dampaknya terhadap saham perusahaan penyimpan aset digital hari ini menggambarkan betapa sensitifnya pasar kripto terhadap perubahan sentimen global. Volatilitas yang tinggi menunjukkan bahwa investor harus tetap waspada terhadap risiko jangka pendek, meskipun potensi penguatan jangka panjang masih ada.

Pasar saat ini menghadapi tantangan berat, tetapi juga memberikan gambaran nyata tentang dinamika cepat antara aset digital dan pasar finansial tradisional di mana perubahan harga aset digital tidak lagi terisolasi, tetapi berdampak luas pada ekosistem investasi global.