Search for:
ApoTech, Inovasi Telefarmasi yang Hadirkan Apoteker Lewat Mesin Digital

ApoTech, Inovasi Telefarmasi yang Hadirkan Apoteker Lewat Mesin Digital

Digitalsaigroup.comInovasi di bidang kesehatan terus mengalami percepatan pesat di Indonesia. Terbaru, ApoTech memperkenalkan sistem telefarmasi inovatif yang menghadirkan apoteker berlisensi melalui mesin digital canggih, sehingga masyarakat bisa berkonsultasi tentang obat dan membeli kebutuhan kesehatan tanpa harus antre panjang di apotek. Sistem ini resmi diperkenalkan pada awal Februari 2026 di M Blok, Jakarta, dan menjadi buah bibir di kalangan masyarakat maupun pelaku industri kesehatan.

Telefarmasi sendiri merupakan konsep pelayanan farmasi yang memanfaatkan teknologi komunikasi untuk menghubungkan pasien dengan tenaga apoteker. Dengan memadukan fitur video call dan interaksi digital, layanan telefarmasi memungkinkan pasien mendapatkan informasi obat dan edukasi penggunaan obat secara real time tanpa harus datang langsung ke apotek. Konsep ini sejalan dengan tren digitalisasi fasilitas kesehatan yang makin berkembang, terutama pascapandemi ketika layanan kesehatan jarak jauh menjadi kebutuhan yang sangat penting.

ApoTech bukan sekadar mesin vending obat. Mesin ini dilengkapi layar sentuh dan sistem panggilan video yang langsung terhubung dengan apoteker berlisensi. Ketika pengguna datang ke depan mesin, mereka bisa memilih produk kesehatan yang dibutuhkan melalui tampilan antarmuka yang intuitif. Jika pengguna memiliki pertanyaan tentang penggunaan obat, indikasi, atau efek samping, mereka bisa langsung mengakses fitur konsultasi apoteker digital dan berbicara langsung dengan tenaga profesional melalui panggilan video.

Harie Wijayanto, Manajer Retail ApoTech, menegaskan bahwa tujuan utama layanan ini bukan semata untuk mendapatkan keuntungan bisnis, tetapi lebih kepada pendidikan kesehatan masyarakat. Ia menjelaskan bahwa banyak konsumen sering salah memahami cara penggunaan obat, atau bingung memilih produk yang tepat karena keterbatasan informasi di apotek konvensional. Dengan telefarmasi, pengguna dapat memperoleh penjelasan akurat dari apoteker, seperti memahami bahwa dua merek obat memiliki kandungan yang sama, atau menanyakan keluhan kesehatan spesifik sebelum membeli obat yang sesuai.

“Layanan ini dibuat untuk edukasi masyarakat. Jadi mereka tidak harus datang ke apotek atau bertanya kepada orang lain yang belum tentu kompeten tentang obat. Cukup melalui mesin ini yang dirancang untuk operasi 24 jam, pasien bisa mendapatkan informasi valid dari apoteker berlisensi,” ujar Harie dalam acara peluncuran.

Prosesnya cukup mudah dan nyaman. Setelah memilih produk atau menyelesaikan sesi konsultasi, pengguna dapat membayar dengan metode cashless melalui fitur pembayaran elektronik yang tersedia di mesin. Obat yang dipilih akan keluar dari bagian dispenser mesin dengan sistem keamanan tinggi yang memastikan semua produk tetap layak dan aman untuk dikonsumsi. Sistem juga dilengkapi dengan pengendalian suhu penyimpanan obat dan mekanisme waste box apabila ada produk yang tidak layak diberikan. Hal ini menunjukkan komitmen layanan terhadap kualitas obat yang diberikan kepada konsumen.

Selain memberi kemudahan akses, inovasi ini juga berpotensi menekan penyalahgunaan obat dan risiko kesalahan penggunaan obat. Karena setiap transaksi dipantau oleh apoteker secara langsung, apoteker bisa menolak memberikan obat tertentu jika terdapat indikasi penggunaan yang tidak tepat atau jika resep yang diunggah mencurigakan. Ini menjadi salah satu fitur penting yang membedakan mesin telefarmasi ini dari mesin jual otomatis biasa.

Inovasi seperti ApoTech sejalan dengan tren global di bidang kesehatan yang menggabungkan teknologi digital dengan layanan profesional. Telefarmasi telah mulai diadopsi di beberapa negara sebagai cara untuk meningkatkan akses layanan kesehatan, terutama di daerah terpencil yang minim fasilitas kesehatan. Dalam beberapa tahun terakhir, layanan konsultasi digital dan aplikasi kesehatan mencatat pertumbuhan signifikan karena kebutuhan pasien terhadap akses informasi kesehatan yang cepat dan terpercaya.

Namun demikian, tantangan dalam implementasi teknologi semacam ini tidak kecil. Tenaga apoteker perlu dilatih dalam menggunakan platform digital, dan sistem harus dirancang untuk mematuhi aturan kesehatan serta perlindungan data pasien. Regulasi serta standar operasional yang ketat juga diperlukan guna memastikan kualitas layanan tetap terjaga. Akan tetapi, dengan adanya inovasi seperti ApoTech, langkah digitalisasi sektor farmasi menjadi semakin nyata dan menjanjikan.

Bagi banyak pengguna, hadirnya mesin telefarmasi ini memberikan harapan baru dalam pengalaman mendapatkan obat dan konsultasi kesehatan tanpa harus repot datang ke apotek. Layanan ini tidak hanya mempersingkat waktu, tetapi juga memberi kepastian informasi obat yang terpercaya dari apoteker profesional.

Dengan fitur konsultasi apoteker digital dan pembelian obat yang terintegrasi dalam satu mesin, ApoTech diyakini dapat menjadi solusi inovatif di era kesehatan digital Indonesia, menghadirkan layanan yang aman, cepat, dan mudah diakses kapan pun dibutuhkan.