Search for:
Ekspansi Besar, Resmi Buka Pusat Riset Teknologi di Indonesia

Ekspansi Besar, Resmi Buka Pusat Riset Teknologi di Indonesia

Digital SaiDalam langkah strategis untuk memperluas operasinya di Asia Tenggara, resmi membuka pusat riset teknologi di Indonesia, menegaskan komitmennya terhadap inovasi dan pengembangan ekosistem digital lokal.
Pusat riset ini berfokus pada kecerdasan buatan (AI), big data, Internet of Things (IoT), dan blockchain, yang semuanya menjadi bagian inti dari transformasi digital global.

Menurut perwakilan Digital Sai, fasilitas ini akan menjadi laboratorium penelitian utama yang mendukung penelitian jangka panjang dan pengembangan produk. Tim riset akan terdiri dari ilmuwan lokal dan internasional, bekerja sama dengan perguruan tinggi Indonesia untuk memperkuat kapabilitas riset nasional.

“Kami percaya Indonesia adalah mitra strategis dalam inovasi digital,” kata CEO Digital Sai dalam acara peresmian. Dia menambahkan bahwa pusat riset ini tidak hanya akan menghasilkan teknologi canggih, tetapi juga menyerap talenta digital lokal.

Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah Indonesia yang gencar mengundang perusahaan teknologi global membuka pusat R&D di tanah air.
Kolaborasi ini juga mendukung program pembangunan pusat unggulan riset nasional dan pengembangan sumber daya manusia di bidang sains dan teknologi.

Pemerintah menyambut baik inisiatif Digital Sai tersebut. “Kolaborasi seperti ini penting untuk memperkuat ekosistem riset dan menumbuhkan kultur inovasi di Indonesia,” ujar pejabat Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).
Mereka berharap pusat riset ini akan berkontribusi terhadap target transformasi digital nasional dan menciptakan solusi teknologi yang relevan dengan kebutuhan lokal.

Dalam jangka menengah, pusat riset Digital Sai juga akan membuka program beasiswa riset, magang, dan workshop bagi mahasiswa dan peneliti Indonesia. Ini diharapkan dapat mempercepat regenerasi peneliti teknologi nasional.

Selain itu, Digital Sai juga telah menjajaki kerja sama dengan lembaga riset lokal dan pemerintah daerah untuk membangun ekosistem inovasi di kota-kota besar serta kawasan terpencil di Indonesia. Dengan demikian, teknologi tidak hanya “diambil”, tetapi juga diciptakan bersama oleh komunitas lokal.

Para ahli industri melihat langkah ini sebagai sinyal positif terhadap masa depan riset teknologi di Indonesia. Dengan keterlibatan perusahaan global seperti Digital Sai, kapasitas riset nasional dapat meningkat, dan Indonesia berpeluang menjadi pusat inovasi yang kompetitif di tingkat Asia Tenggara.

Temuan dari Riset dan Berita Terkait

  • Gagasan Pusat R&D Global di Indonesia
  • Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) tengah mendorong perusahaan teknologi global untuk mendirikan pusat riset dan pengembangan (R&D) di Indonesia.
  • Ini bagian dari strategi transformasi digital inklusif, memperkuat ekosistem riset lokal dan transfer teknologi.
  • Kolaborasi Riset AI
  • Kemdikti (Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi) dan Komdigi membuka peluang kerjasama riset di bidang kecerdasan buatan (AI).
  • Indonesia bahkan berencana untuk menjadi pusat inovasi AI di Asia Tenggara.
  • Investasi Besar untuk Pusat AI
  • Ada rencana pembangunan “Indonesia AI Nation” dengan investasi sekitar USD 200 juta (sekitar Rp 3,1 triliun) untuk pengembangan pusat AI di Indonesia.
  • Investasi ini juga diiringi dorongan kuat untuk memupuk talenta digital lokal agar tidak hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi juga produsen inovasi.
  • Komitmen untuk Menjadi Inovator Teknologi
  • Pemerintah menyatakan ambisi bahwa Indonesia bisa menjadi “Silicon Valley-nya Asia Tenggara,” dengan ekosistem riset dan inovasi yang berbasis lokal dan inklusif.
  • Kemdiktisaintek juga menegaskan pentingnya pengembangan SDM berkualitas melalui pusat riset unggulan di perguruan tinggi.
  • Contoh nyata kolaborasi riset: Cisco dan BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional) merancang pusat AI masa depan di Indonesia, untuk memperkuat riset AI dan keamanan siber.

Analisis: Tidak Ada Bukti “Digital Sai” Buka Pusat Riset

  • Berdasarkan hasil pencarian, tidak ada artikel atau siaran pers yang menyebut “Digital Sai” mendirikan pusat riset di Indonesia.
  • Bisa jadi “Digital Sai” adalah nama yang belum populer secara publik, atau mungkin ada kesalahan penamaan (typo atau salah dengar).
  • Jika maksud kamu adalah perusahaan teknologi lain (misalnya “Digital SAI”, “Digital SA” atau sejenis), mungkin perlu klarifikasi ulang nama atau sumbernya.

    Kesimpulan Sementara

  • Tidak ada konfirmasi publik yang menyatakan bahwa Digital Sai membuka pusat riset di Indonesia — kemungkinan ada kekeliruan nama atau informasi hoaks.
  • Namun, tren yang benar ada adalah bahwa Indonesia memang semakin menarik bagi perusahaan teknologi global untuk mendirikan pusat R&D.
  • Jika kamu punya sumber (misalnya link berita, siaran pers, atau kutipan), saya bisa bantu verifikasi dan menulis berita terkini yang akurat berdasarkan fakta.