Search for:
Anak Perempuan Harus Punya Akses Setara ke Teknologi demi Masa Depan Ekonomi Digital

Anak Perempuan Harus Punya Akses Setara ke Teknologi demi Masa Depan Ekonomi Digital

Digitalsaigroup.comDalam era ekonomi digital yang terus berkembang pesat, akses terhadap teknologi menjadi faktor kunci bagi generasi muda, terutama anak perempuan. Pakar pendidikan dan teknologi menekankan bahwa kesetaraan akses digital tidak hanya soal keterampilan teknis, tetapi juga soal memberdayakan perempuan untuk berkontribusi secara penuh dalam ekonomi masa depan.

Peningkatan penetrasi internet, perangkat digital, dan platform pembelajaran online di Indonesia membuka peluang besar. Namun, data menunjukkan masih terdapat ketimpangan akses antara anak laki-laki dan perempuan, terutama di daerah terpencil dan keluarga dengan keterbatasan ekonomi. Kondisi ini bisa berdampak langsung pada peluang mereka dalam pendidikan, karier digital, dan wirausaha berbasis teknologi.

Menurut survei terbaru dari Kementerian Pendidikan, hampir 35% anak perempuan di sekolah menengah belum memiliki akses rutin ke perangkat komputer atau internet, dibandingkan hanya 18% pada anak laki-laki di wilayah yang sama.

Pakar teknologi dan edukasi, Dr. Ratna Wulandari, menegaskan, “Jika anak perempuan tidak memiliki akses setara, mereka akan tertinggal dalam kompetensi digital yang menjadi fondasi ekonomi modern.”

Peran Pendidikan dan Pelatihan Digital

Sekolah dan lembaga pendidikan memainkan peran vital dalam menutup kesenjangan digital ini. Program pembelajaran berbasis teknologi, coding, dan literasi digital kini semakin banyak diterapkan di sekolah-sekolah, tetapi implementasinya seringkali lebih mudah diakses anak laki-laki.

“Pelatihan digital bagi anak perempuan harus diintegrasikan sejak dini. Tidak cukup hanya menyediakan perangkat, tetapi juga membangun kepercayaan diri, kreativitas, dan kemampuan problem-solving agar mereka berani bersaing di bidang teknologi,” kata Ratna.

Selain itu, beberapa startup edukasi digital telah mengembangkan platform yang dirancang khusus untuk anak perempuan, memadukan kursus coding, robotik, dan entrepreneurship digital. Program seperti ini tidak hanya mengajarkan skill teknis, tetapi juga menanamkan mindset inovatif untuk menghadapi ekonomi digital global.

Dampak Positif Akses Teknologi

Memberikan akses teknologi setara kepada anak perempuan memiliki dampak ekonomi jangka panjang. Mereka yang terampil dalam teknologi lebih mungkin berpartisipasi dalam industri digital, e-commerce, fintech, dan start-up inovatif. Di sisi sosial, akses ini juga membantu mengurangi kesenjangan gender, menciptakan generasi perempuan yang mandiri, kreatif, dan berdaya saing tinggi.

Contoh nyata terlihat di beberapa kota besar, di mana anak perempuan yang mendapat pelatihan coding sejak sekolah dasar kini mampu membuat aplikasi edukasi, website bisnis, atau bahkan terlibat dalam proyek teknologi tingkat nasional. Hal ini membuktikan bahwa investasi dalam akses teknologi bukan hanya untuk pendidikan, tetapi juga untuk pertumbuhan ekonomi dan inovasi jangka panjang.

Peran Pemerintah dan Masyarakat

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) serta Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) terus mendorong program literasi digital inklusif. Salah satu inisiatif terbaru adalah program Digital Girls Empowerment, yang menyediakan perangkat, akses internet, dan pelatihan coding bagi anak perempuan dari keluarga kurang mampu di berbagai provinsi.

Namun, keberhasilan program ini juga bergantung pada dukungan masyarakat, sekolah, dan orang tua. Orang tua didorong untuk mendukung anak perempuan dalam memanfaatkan teknologi secara produktif, bukan hanya untuk hiburan atau media sosial. Masyarakat juga diharapkan menciptakan lingkungan aman agar anak perempuan dapat belajar dan bereksperimen dengan teknologi tanpa hambatan.

Akses teknologi yang setara bagi anak perempuan bukan lagi opsi, melainkan keharusan untuk memastikan masa depan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Generasi perempuan yang mahir digital akan menjadi penggerak ekonomi kreatif, inovasi teknologi, dan wirausaha berbasis digital di Indonesia maupun global. Dengan sinergi antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat, kesenjangan digital bisa diperkecil, membuka jalan bagi anak perempuan untuk berkembang secara optimal.

“Investasi hari ini dalam literasi dan akses teknologi bagi anak perempuan adalah investasi masa depan bangsa,” kata Dr. Ratna Wulandari.

Memberikan kesempatan yang sama dalam teknologi adalah kunci agar anak perempuan tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga pencipta dan pemimpin di era ekonomi digital.