Ujian Daya Saing, Digitalisasi Bukan Kosmetik, Harus Berdampak
Digitalsaigroup.com – Di tengah percepatan transformasi teknologi di Indonesia dan dunia, para pakar ekonomi dan pemangku kepentingan semakin menekankan bahwa digitalisasi bukan sekadar kosmetik yang terlihat canggih tetapi harus memberikan dampak nyata terhadap efisiensi, produktivitas, dan daya saing perusahaan maupun ekonomi nasional. Pernyataan ini muncul sebagai respon atas realitas bahwa banyak organisasi saat ini masih mengadopsi teknologi tanpa perubahan proses yang substansial dan terukur.
Digitalisasi sering dianggap sebagai simbol modernitas dan kemajuan. Namun, kenyataannya, hanya pemasangan berbagai sistem digital yang tidak mengubah proses bisnis utama tidak akan mampu memperkuat daya saing dalam jangka panjang. Efisiensi operasional, percepatan layanan, dan peningkatan produktivitas menjadi ukuran penting yang harus dicapai melalui digitalisasi.
Perbedaan Antara Digitalisasi Kosmetik dan Nyata
Dalam kajian terbaru, para pengamat menyoroti bahwa digitalisasi kosmetik adalah ketika perusahaan atau lembaga hanya mengadopsi teknologi baru tanpa menyentuh proses lama yang tidak efisien. Misalnya, memasang aplikasi baru tetapi tetap mempertahankan banyak proses manual hasilnya bukan peningkatan efisiensi, melainkan tumpang tindih kerja dan biaya operasional yang justru semakin besar.
Sebaliknya, digitalisasi berdampak nyata adalah ketika teknologi digunakan untuk menghilangkan proses yang tidak perlu, mempercepat alur kerja, dan menekan biaya. Contohnya adalah integrasi digital end-to-end dalam proses pemesanan hingga pengiriman yang mampu mengurangi waktu siklus bisnis secara signifikan.
Para ahli menilai, ukuran keberhasilan digitalisasi bukan sekadar seberapa canggih sistem yang dipasang, tetapi sejauh mana teknologi mampu menekan biaya operasional, menjaga proses tetap andal, dan mempertahankan kepercayaan pelanggan serta mitra dalam jangka panjang.
Tantangan Eksekusi dari Manajemen
Salah satu tantangan terbesar dalam implementasi digitalisasi bukan terletak pada ketersediaan teknologi itu sendiri, melainkan pada manajemen perubahan di dalam organisasi. Banyak perusahaan masih mempertahankan prosedur lama, persetujuan berlapis, atau sistem operasi hybrid yang justru menambah kompleksitas pekerjaan. Akibatnya, teknologi yang diadopsi tidak berjalan optimal dan terkadang memperburuk proses yang ada.
Pengamat digital juga menyoroti bahwa SDM menjadi faktor kunci dalam memastikan digitalisasi berdampak. Tanpa pelatihan yang memadai dan kemampuan operator sistem untuk mengimplementasikan teknologi baru, manfaat digitalisasi tidak akan sepenuhnya dirasakan. Ketika karyawan tidak terampil mengoperasikan sistem digital, maka investasi teknologi bisa sia-sia dan justru menambah beban kerja.
Digitalisasi di Tingkat Nasional dan Daya Saing Ekonomi
Di tingkat nasional, pemerintah Indonesia terus mendorong transformasi digital sebagai salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi. Kebijakan seperti mendorong digitalisasi layanan publik dan integrasi proses digital di berbagai sektor diharapkan dapat memperkuat daya saing perekonomian Indonesia dalam skala global. Laporan dari berbagai forum dan konferensi ekonomi nasional menegaskan pentingnya digitalisasi sebagai pilar pertumbuhan berkelanjutan.
Namun, sejumlah laporan menunjukkan masih ada persepsi bahwa transformasi digital di beberapa sektor industri dianggap beban biaya, bukan sebagai investasi jangka panjang yang dapat menghasilkan efisiensi dan produktivitas. Misalnya, penerapan industri 4.0 di sektor manufaktur masih belum merata dan dianggap belum memberi kontribusi signifikan terhadap output industri secara luas.
Kontribusi Pada UMKM dan Kedaulatan Ekonomi
Selain sektor besar, digitalisasi juga menjadi salah satu strategi untuk memperkuat UMKM tulang punggung ekonomi Indonesia. Teknologi digital seperti sistem pembayaran online, pemasaran berbasis digital, dan integrasi dengan platform e‑commerce terbukti membantu pelaku UMKM memperluas pasar serta meningkatkan efisiensi operasional. Ini menjadi bukti nyata bahwa digitalisasi yang tepat guna bisa memberi dampak signifikan bagi kompetisi dan produktivitas usaha kecil di era ekonomi digital.
Optimalisasi Teknologi dan Integrasi Proses
Para pakar menegaskan bahwa digitalisasi yang berdampak memerlukan integrasi yang terencana dan holistik antara teknologi, proses, dan sumber daya manusia. Sinergi ini harus fokus pada penghapusan proses yang tidak perlu serta penguatan kapasitas internal organisasi untuk memanfaatkan teknologi secara optimal, bukan sekedar menambah layer digital baru di atas praktik lama yang tidak efisien.
Menuju Daya Saing yang Tangguh
Peningkatan daya saing melalui digitalisasi yang efektif bukan hanya soal teknologi yang dipasang, tetapi tentang perubahan budaya kerja, kemampuan adaptasi, serta fokus pada hasil nyata yaitu efisiensi biaya, waktu, kualitas layanan, dan produktivitas yang lebih tinggi. Indonesia berada di persimpangan penting dalam kompetisi global saat ini. Keberhasilan digitalisasi akan menentukan seberapa kuat posisi negara ini dalam persaingan ekonomi 4.0 yang terus berkembang.