Search for:
  • Home/
  • Digital Sai/
  • Sekda Sulsel Dukung Program Pengawasan Dana Desa Berbasis Digital
Sekretaris Daerah Sulawesi Selatan (Sulsel), Abdul Hayat Gani, menyatakan dukungannya penuh terhadap Program Jaga Desa, sebuah inisiatif inovatif yang bertujuan memperkuat pengawasan dana desa secara digital. Program ini diharapkan meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan efektivitas penggunaan anggaran desa di seluruh wilayah Sulsel. Dalam keterangannya, Sekda Sulsel menekankan bahwa pengelolaan dana desa yang baik merupakan fondasi penting bagi pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat. “Dana desa harus dikelola secara tepat dan akuntabel. Program Jaga Desa hadir sebagai solusi digital untuk memudahkan pengawasan dan memastikan manfaatnya sampai ke masyarakat,” ujar Abdul Hayat Gani. Inovasi Digital dalam Pengawasan Dana Desa Program Jaga Desa menggunakan platform digital berbasis aplikasi dan sistem online, yang memungkinkan monitoring real-time terhadap penggunaan anggaran desa. Dengan sistem ini, pemerintah provinsi dapat memantau aliran dana desa, memastikan setiap kegiatan sesuai rencana, serta mendeteksi potensi penyimpangan secara cepat. Sistem digital ini juga mempermudah koordinasi antara pemerintah provinsi, kabupaten/kota, dan desa, sehingga proses pelaporan menjadi lebih efisien dan akurat. Sekda Sulsel menjelaskan, teknologi ini akan menjadi alat yang mendukung good governance, sekaligus memberikan data valid untuk evaluasi program pembangunan desa. Transparansi dan Akuntabilitas untuk Masyarakat Salah satu fokus utama Program Jaga Desa adalah transparansi kepada masyarakat. Melalui dashboard digital, warga desa dapat melihat rincian penggunaan dana desa, mulai dari pembangunan infrastruktur, program sosial, hingga kegiatan pemberdayaan ekonomi lokal. “Dengan adanya keterbukaan data, masyarakat bisa ikut mengawasi penggunaan dana desa. Hal ini akan meminimalkan potensi penyalahgunaan dan memastikan dana benar-benar bermanfaat,” tegas Sekda Sulsel. Selain itu, Program Jaga Desa memungkinkan laporan kegiatan dan realisasi anggaran dikirim secara digital ke pemerintah provinsi, sehingga setiap tahap pembangunan dapat dipantau secara akurat. Menurut Abdul Hayat Gani, ini juga akan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah desa dan provinsi. Dukungan Pelatihan dan Kapasitas SDM Desa Sekda Sulsel menambahkan, keberhasilan Program Jaga Desa tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada kemampuan sumber daya manusia di tingkat desa. Pemerintah provinsi akan menyelenggarakan pelatihan bagi aparat desa agar mampu menggunakan sistem digital dengan maksimal. “Pelatihan ini penting agar perangkat desa bisa mengoperasikan aplikasi Jaga Desa dengan benar, melakukan input data, dan melaporkan kegiatan secara tepat waktu. Dengan begitu, pengawasan digital berjalan efektif,” kata Abdul Hayat Gani. Selain itu, pelatihan juga akan menekankan aspek akuntabilitas dan etika pengelolaan dana, sehingga seluruh pihak memahami tanggung jawabnya dalam menjaga amanah anggaran desa. Dampak Positif untuk Pembangunan Desa Program Jaga Desa diyakini akan membawa dampak signifikan bagi pembangunan desa di Sulsel. Pengawasan yang lebih ketat dan transparan akan memastikan proyek infrastruktur desa berjalan tepat waktu dan sesuai spesifikasi. Selain itu, alokasi dana untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat akan lebih terarah, mendukung peningkatan kesejahteraan warga desa. Sekda Sulsel menegaskan, program ini juga mendukung pencapaian tujuan pemerintah pusat untuk mewujudkan desa mandiri dan berdaya saing, sekaligus meminimalkan praktik korupsi di tingkat desa. Dengan sistem digital, setiap penggunaan dana akan tercatat dan dapat dipertanggungjawabkan. Komitmen Pemprov Sulsel Abdul Hayat Gani menekankan komitmen Pemerintah Provinsi Sulsel untuk mengawal Program Jaga Desa secara serius. Semua perangkat desa, kepala desa, hingga aparatur wilayah akan didorong untuk memanfaatkan sistem digital ini sebagai alat utama pengawasan. “Program Jaga Desa adalah langkah nyata menuju pengelolaan dana desa yang lebih modern, transparan, dan efektif. Kami berharap program ini dapat menjadi contoh bagi provinsi lain di Indonesia,” pungkas Sekda Sulsel. Dengan dukungan penuh pemerintah provinsi dan implementasi berbasis digital, Program Jaga Desa diyakini akan memperkuat tata kelola dana desa, meningkatkan akuntabilitas, dan mempercepat pembangunan desa di Sulsel.

Sekda Sulsel Dukung Program Pengawasan Dana Desa Berbasis Digital

Digitalsaigroup.comSekretaris Daerah Sulawesi Selatan (Sulsel), Abdul Hayat Gani, menyatakan dukungannya penuh terhadap Program Jaga Desa, sebuah inisiatif inovatif yang bertujuan memperkuat pengawasan dana desa secara digital. Program ini diharapkan meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan efektivitas penggunaan anggaran desa di seluruh wilayah Sulsel. Dalam keterangannya, Sekda Sulsel menekankan bahwa pengelolaan dana desa yang baik merupakan fondasi penting bagi pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat.

“Dana desa harus dikelola secara tepat dan akuntabel. Program Jaga Desa hadir sebagai solusi digital untuk memudahkan pengawasan dan memastikan manfaatnya sampai ke masyarakat,” ujar Abdul Hayat Gani.

Inovasi Digital dalam Pengawasan Dana Desa

Program Jaga Desa menggunakan platform digital berbasis aplikasi dan sistem online, yang memungkinkan monitoring real-time terhadap penggunaan anggaran desa. Dengan sistem ini, pemerintah provinsi dapat memantau aliran dana desa, memastikan setiap kegiatan sesuai rencana, serta mendeteksi potensi penyimpangan secara cepat.

Sistem digital ini juga mempermudah koordinasi antara pemerintah provinsi, kabupaten/kota, dan desa, sehingga proses pelaporan menjadi lebih efisien dan akurat. Sekda Sulsel menjelaskan, teknologi ini akan menjadi alat yang mendukung good governance, sekaligus memberikan data valid untuk evaluasi program pembangunan desa.

Transparansi dan Akuntabilitas untuk Masyarakat

Salah satu fokus utama Program Jaga Desa adalah transparansi kepada masyarakat. Melalui dashboard digital, warga desa dapat melihat rincian penggunaan dana desa, mulai dari pembangunan infrastruktur, program sosial, hingga kegiatan pemberdayaan ekonomi lokal.

“Dengan adanya keterbukaan data, masyarakat bisa ikut mengawasi penggunaan dana desa. Hal ini akan meminimalkan potensi penyalahgunaan dan memastikan dana benar-benar bermanfaat,” tegas Sekda Sulsel.

Selain itu, Program Jaga Desa memungkinkan laporan kegiatan dan realisasi anggaran dikirim secara digital ke pemerintah provinsi, sehingga setiap tahap pembangunan dapat dipantau secara akurat. Menurut Abdul Hayat Gani, ini juga akan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah desa dan provinsi.

Dukungan Pelatihan dan Kapasitas SDM Desa

Sekda Sulsel menambahkan, keberhasilan Program Jaga Desa tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada kemampuan sumber daya manusia di tingkat desa. Pemerintah provinsi akan menyelenggarakan pelatihan bagi aparat desa agar mampu menggunakan sistem digital dengan maksimal.

“Pelatihan ini penting agar perangkat desa bisa mengoperasikan aplikasi Jaga Desa dengan benar, melakukan input data, dan melaporkan kegiatan secara tepat waktu. Dengan begitu, pengawasan digital berjalan efektif,” kata Abdul Hayat Gani.

Selain itu, pelatihan juga akan menekankan aspek akuntabilitas dan etika pengelolaan dana, sehingga seluruh pihak memahami tanggung jawabnya dalam menjaga amanah anggaran desa.

Dampak Positif untuk Pembangunan Desa

Program Jaga Desa diyakini akan membawa dampak signifikan bagi pembangunan desa di Sulsel. Pengawasan yang lebih ketat dan transparan akan memastikan proyek infrastruktur desa berjalan tepat waktu dan sesuai spesifikasi. Selain itu, alokasi dana untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat akan lebih terarah, mendukung peningkatan kesejahteraan warga desa.

Sekda Sulsel menegaskan, program ini juga mendukung pencapaian tujuan pemerintah pusat untuk mewujudkan desa mandiri dan berdaya saing, sekaligus meminimalkan praktik korupsi di tingkat desa. Dengan sistem digital, setiap penggunaan dana akan tercatat dan dapat dipertanggungjawabkan.

Komitmen Pemprov Sulsel

Abdul Hayat Gani menekankan komitmen Pemerintah Provinsi Sulsel untuk mengawal Program Jaga Desa secara serius. Semua perangkat desa, kepala desa, hingga aparatur wilayah akan didorong untuk memanfaatkan sistem digital ini sebagai alat utama pengawasan.

“Program Jaga Desa adalah langkah nyata menuju pengelolaan dana desa yang lebih modern, transparan, dan efektif. Kami berharap program ini dapat menjadi contoh bagi provinsi lain di Indonesia,” pungkas Sekda Sulsel.

Dengan dukungan penuh pemerintah provinsi dan implementasi berbasis digital, Program Jaga Desa diyakini akan memperkuat tata kelola dana desa, meningkatkan akuntabilitas, dan mempercepat pembangunan desa di Sulsel.