Search for:
  • Home/
  • Digital Sai/
  • MUI Ajak Gen Z Jadi Penggerak Literasi Halal Berbasis Digital
MUI Ajak Gen Z Jadi Penggerak Literasi Halal Berbasis Digital

MUI Ajak Gen Z Jadi Penggerak Literasi Halal Berbasis Digital

Digitalsaigroup.comMajelis Ulama Indonesia (MUI) kembali menegaskan komitmennya dalam memajukan literasi halal di tengah perkembangan digital. Kali ini, fokus utama MUI adalah mengajak generasi Z (Gen Z) menjadi pionir literasi halal berbasis digital, memanfaatkan berbagai platform online interaktif untuk menyebarkan edukasi mengenai konsumsi halal secara kreatif dan inovatif. Ketua MUI, dalam konferensi pers terbaru, menyampaikan bahwa Gen Z memiliki peran strategis dalam membentuk kesadaran masyarakat tentang halal.

“Generasi muda adalah pengguna utama teknologi dan media sosial. Dengan pendekatan digital yang tepat, mereka bisa menjadi agen perubahan dalam menyebarkan edukasi halal secara luas,” ujarnya.

Langkah ini sejalan dengan tren konsumsi digital yang terus meningkat di Indonesia. Gen Z tidak hanya mengakses informasi lewat internet, tetapi juga aktif membuat konten kreatif di media sosial seperti TikTok, Instagram, YouTube, hingga platform streaming edukasi. MUI memandang potensi ini sebagai sarana efektif untuk meningkatkan literasi halal, termasuk pemahaman tentang produk halal, sertifikasi, dan praktik konsumsi yang sesuai syariah.

Program literasi halal digital yang digagas MUI mencakup beberapa pendekatan strategis. Pertama, pelatihan konten kreatif bagi Gen Z untuk menghasilkan materi edukatif yang menarik, mudah dipahami, dan sesuai konteks. Kedua, kampanye digital interaktif, seperti kuis, challenge, dan video informatif yang mendorong partisipasi masyarakat. Ketiga, kolaborasi dengan influencer dan kreator muda untuk menjangkau audiens lebih luas, sekaligus memperkuat pesan edukasi halal. Menurut salah satu pengamat media digital, pendekatan ini tepat sasaran.

“Gen Z cenderung cepat tanggap terhadap tren digital, dan mereka senang berbagi informasi dengan teman sebaya. Jika edukasi halal dikemas kreatif, pesan ini akan lebih mudah diterima dan disebarkan,” ujarnya.

MUI juga menekankan pentingnya konten yang kredibel dan akurat. Di era informasi cepat, penyebaran data yang salah atau tidak lengkap bisa membingungkan masyarakat. Oleh karena itu, setiap materi edukasi halal yang diproduksi melalui program ini akan melalui proses validasi dan pengawasan MUI agar tetap sesuai syariat dan informasi faktual.

Selain itu, program literasi halal digital ini diharapkan mampu mendorong kesadaran ekonomi halal. Dengan meningkatnya pemahaman tentang halal, masyarakat akan lebih selektif dalam memilih produk, termasuk makanan, kosmetik, obat-obatan, dan layanan jasa. Hal ini tidak hanya bermanfaat secara spiritual, tetapi juga mendorong pertumbuhan industri halal di Indonesia yang kini menjadi salah satu pasar terbesar di dunia.

MUI juga membuka ruang bagi komunitas mahasiswa, startup digital, dan lembaga pendidikan untuk ikut serta. Kompetisi pembuatan konten kreatif, webinar edukatif, hingga hackathon literasi halal digital menjadi beberapa inisiatif yang tengah dijalankan untuk memberdayakan Gen Z sebagai agen literasi halal.

Dengan langkah ini, MUI berharap generasi muda tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga produsen konten edukatif halal, yang mampu menjangkau audiens lebih luas dan mempengaruhi perilaku masyarakat secara positif.

Kesimpulannya, MUI menempatkan Gen Z sebagai ujung tombak literasi halal digital. Melalui platform online interaktif dan konten kreatif, generasi muda diharapkan bisa menjadi pionir penyebaran edukasi halal, mendorong kesadaran konsumsi halal, serta memperkuat ekosistem industri halal di Indonesia. Dengan kolaborasi antara institusi, kreator muda, dan masyarakat luas, literasi halal digital bukan sekadar slogan, tetapi gerakan nyata yang siap memengaruhi kehidupan masyarakat modern.