Wamenkomdigi Apresiasi SURGE dan OREX SAI
Digital Sai – Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Republik Indonesia, Dr. Ir. Nezar Patria, M.Phil., menyampaikan apresiasi tinggi terhadap kolaborasi inovatif antara PT. Teknologi Cepat Nusantara (SURGE) dan perusahaan teknologi Jepang, OREX SAI. Inisiatif strategis ini berfokus pada implementasi teknologi 5G Fixed Wireless Access (FWA) berbasis Open RAN yang diklaim mampu menyajikan layanan internet berkecepatan tinggi dengan biaya yang terjangkau bagi masyarakat luas. Apresiasi ini disampaikan dalam sebuah keynote speech pada forum teknologi dan digital nasional di Jakarta, menekankan peran krusial kolaborasi ini dalam mencapai visi Indonesia Emas 2045, khususnya dalam pemerataan akses digital.
Wamenkomdigi Nezar Patria menegaskan bahwa kesenjangan digital (digital divide) masih menjadi tantangan utama yang dihadapi Indonesia, terutama di wilayah non-urban dan 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar). Meskipun infrastruktur fiber optik terus dikembangkan, penetrasi hingga ke tingkat rumah tangga di daerah terpencil kerap terkendala oleh biaya investasi yang sangat tinggi dan tantangan geografis yang ekstrem. Di sinilah peran teknologi FWA, khususnya yang dikembangkan oleh SURGE dan OREX SAI, menjadi solusi disruptif yang dinantikan.
Mengapa 5G FWA Adalah Jawaban untuk Daerah 3T?
Teknologi FWA, yang mengandalkan jaringan nirkabel 5G alih-alih kabel fiber optik untuk menghantarkan koneksi internet ke rumah-rumah, menawarkan kecepatan deployment yang jauh lebih cepat dan biaya operasional yang lebih rendah. SURGE dan OREX SAI memanfaatkan frekuensi 1,4 GHz yang dinilai sangat efisien dalam menjangkau area luas dengan minim gangguan.
“Inovasi yang dibawa oleh OREX SAI, khususnya penggunaan software dan sistem Open RAN, adalah kunci,” jelas Wamenkomdigi. “Open RAN memungkinkan kami untuk tidak lagi bergantung pada satu vendor perangkat keras saja. Ini menciptakan fleksibilitas, efisiensi biaya, dan yang terpenting, mendorong lahirnya produk-produk telekomunikasi yang lebih merakyat,” tambahnya.
Model bisnis yang diusung oleh kolaborasi ini menjanjikan tarif berlangganan yang jauh lebih terjangkau, bahkan dikabarkan dapat dimulai dari harga Rp100.000 per bulan untuk akses internet cepat. Harga ini berpotensi merombak peta persaingan penyedia jasa internet (ISP) dan secara langsung meningkatkan daya beli masyarakat terhadap akses digital.
Dampak Kesejahteraan dan Ekonomi
Wamenkomdigi menyoroti bahwa pemerataan akses internet bukan semata-mata masalah teknologi, melainkan fondasi untuk peningkatan kualitas hidup dan pembangunan ekonomi.
- Pendidikan Digital: Akses 5G FWA yang cepat dan stabil memungkinkan pelaksanaan pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang efektif di daerah yang sebelumnya kesulitan.
- Layanan Kesehatan: Memfasilitasi telemedicine dan layanan kesehatan digital yang penting bagi masyarakat di daerah yang minim fasilitas kesehatan fisik.
- Pemberdayaan UMKM: Dengan koneksi internet yang handal, UMKM di daerah 3T dapat terintegrasi ke dalam ekosistem e-commerce nasional dan global, membuka peluang pasar yang lebih luas.
“Saat ini, internet adalah kebutuhan primer. Dengan solusi 5G FWA yang efisien ini, kita tidak hanya mengirimkan sinyal, tapi juga mengirimkan kesempatan ekonomi dan pemerataan pengetahuan,” tegas Nezar Patria.
Kolaborasi Strategis, Kekuatan Lokal Bertemu Inovasi Global
Keberhasilan implementasi 5G FWA ini tidak terlepas dari sinergi antara keahlian lokal SURGE dalam membangun infrastruktur telekomunikasi di Indonesia dan kapabilitas teknologi global OREX SAI. OREX SAI, sebuah perusahaan yang didirikan bersama oleh Sumitomo Corporation dan NEC Corporation, membawa teknologi Open RAN dan platform software yang sudah teruji, memungkinkan operator telekomunikasi membangun jaringan yang terbuka dan terjangkau.
Direktur Utama SURGE, Hermansjah Haryono, dalam kesempatan yang sama, menyampaikan terima kasih atas dukungan penuh dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Ia menggarisbawahi komitmen SURGE untuk fokus pada unserved dan underserved areas (area yang belum atau kurang terlayani) yang selama ini dihindari oleh operator besar karena alasan keekonomian.
“Kami menggunakan teknologi 5G FWA ini untuk membangun infrastruktur yang low-cost, high-speed. Model ini sangat cocok untuk daerah dengan kepadatan penduduk rendah atau wilayah kepulauan. Kami membuktikan bahwa teknologi canggih seperti 5G bisa diakses secara merakyat,” kata Hermansjah.
Proyek percontohan (pilot project) yang telah dilakukan di beberapa pulau terluar menunjukkan hasil yang sangat memuaskan, dengan kecepatan unduh (download) yang konsisten di atas 100 Mbps, jauh melampaui rata-rata kecepatan internet di daerah tersebut sebelumnya.
Tantangan dan Regulasi yang Mendukung
Meskipun Wamenkomdigi memberikan apresiasi, ia juga mengingatkan bahwa implementasi teknologi baru ini memerlukan dukungan regulasi yang adaptif. Beberapa tantangan yang masih harus diatasi meliputi:
- Isu Spektrum Frekuensi: Memastikan alokasi frekuensi yang tepat (seperti 1,4 GHz yang digunakan OREX SAI) agar tidak terjadi interferensi dan dapat digunakan secara optimal oleh penyedia FWA.
- Harmonisasi Standar Perangkat: Memastikan semua perangkat yang digunakan, terutama yang berbasis Open RAN, memenuhi standar nasional dan dapat beroperasi secara interoperable.
- Edukasi dan Literasi Digital: Program pemerataan akses harus diiringi dengan peningkatan literasi digital agar masyarakat dapat memanfaatkan koneksi cepat ini secara produktif dan aman.
Wamenkomdigi berkomitmen bahwa Kementerian Komdigi akan terus mengawal dan menyederhanakan regulasi yang dapat mendukung inovasi seperti yang dibawa oleh SURGE dan OREX SAI. Pihaknya berencana menyusun paket kebijakan insentif bagi operator yang fokus melayani daerah 3T dengan teknologi FWA, sebagai upaya mempercepat tercapainya universal access.
Penutup, apresiasi Wamenkomdigi terhadap SURGE dan OREX SAI bukan sekadar pujian, melainkan penegasan bahwa kolaborasi antara perusahaan domestik dan teknologi global dengan dukungan pemerintah adalah formula sukses untuk mengatasi kesenjangan digital. Dengan layanan 5G FWA yang merakyat, Indonesia berada di jalur yang tepat untuk memastikan setiap warga negara, di mana pun lokasinya, dapat menikmati hak dasar akses informasi dan digital, menjembatani jurang yang memisahkan mereka dari kemajuan ekonomi global. Kehadiran internet 5G FWA ini adalah harapan baru bagi jutaan masyarakat Indonesia di daerah terpencil untuk mengucapkan “Wilujeng Sumping” (selamat datang) kepada era digital penuh kesempatan.